Sejarah SMK Negeri Tugumulyo


Sabtu, 25-10-2025 20:40

By Admin

2616 Kali

Latar Belakang Pendirian SMK Negeri Tugumulyo

Berdasarkan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 1 ayat 1 dijelaskan bahwa:

“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.”

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan adalah membantu peserta didik agar secara aktif mampu mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pendidikan juga diharapkan mampu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memecahkan dan mengatasi berbagai permasalahan kehidupan.

Kondisi Pendidikan Nasional

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk mempersiapkan peserta didik yang berkualitas. Namun, dari berbagai indikator masih terlihat bahwa mutu pendidikan belum meningkat secara signifikan. Berdasarkan data Balitbang Diknas tahun 2000, menunjukkan bahwa lulusan SLTA yang tidak melanjutkan pendidikan sebesar 53,12%. Selain itu, dunia usaha juga mengeluhkan bahwa banyak lulusan yang belum memiliki kesiapan kerja yang memadai.

Di sisi lain, dengan diberlakukannya perdagangan bebas kawasan ASEAN (AFTA) serta kebebasan tenaga kerja antarnegara ASEAN (AFLA), menuntut dunia pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan mampu bersaing secara global.

Inisiasi Program Kejuruan di Tugumulyo

Atas dasar berbagai pertimbangan tersebut, pada tahun pelajaran 2003/2004, SMA Negeri Tugumulyo membuka Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif melalui Proyek Peningkatan Mutu. Program ini dilaksanakan atas kerja sama antara Dikmenjur, Dikmenum, dan Pemerintah Daerah, yang kemudian dikenal dengan istilah kelas kejuruan.

Respon masyarakat terhadap program ini sangat baik. Pemerintah daerah pun telah banyak berinvestasi dalam sarana dan prasarana. Ditambah lagi, setelah pemekaran Kota Lubuk Linggau menjadi daerah otonom, Kabupaten Musi Rawas tidak lagi memiliki sekolah kejuruan negeri.

Pendirian Unit Sekolah Baru (USB-SMK)

Melihat perkembangan tersebut, pada tahun pelajaran 2006/2007, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas menindaklanjuti hal ini dengan memperhatikan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 060/U/2002 tanggal 26 April 2002 tentang Pendirian Unit Sekolah Baru. Berdasarkan keputusan tersebut, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas menetapkan pendirian Unit Sekolah Baru Sekolah Menengah Kejuruan (USB-SMK) di wilayah Tugumulyo.

Alasan Pemilihan Lokasi di Tugumulyo

Pemilihan lokasi pendirian SMK Negeri di Kecamatan Tugumulyo didasarkan pada beberapa pertimbangan penting, antara lain:

  1. Kabupaten Musi Rawas belum memiliki Sekolah Menengah Kejuruan Negeri pasca pemekaran wilayah.
  2. Kecamatan Tugumulyo memiliki potensi dan dukungan masyarakat yang tinggi terhadap pendidikan serta dunia kerja.
  3. Terdapat 17 SMP Negeri dan Swasta, namun hanya terdapat satu SMA Negeri, sehingga dibutuhkan lembaga pendidikan menengah kejuruan sebagai alternatif.
  4. Masyarakat Tugumulyo sebagian besar berprofesi sebagai petani dengan sistem irigasi teknis, sehingga membutuhkan sekolah yang dapat mencetak lulusan siap kerja.
  5. Sejak tahun pelajaran 2003/2004, SMA Negeri Tugumulyo telah membuka kelas SMK melalui Program Peningkatan Mutu dan dikenal sebagai Sekolah Menengah Terpadu (SM Terpadu). Siswa dari program ini kemudian menjadi cikal bakal siswa SMK Negeri Tugumulyo.
  6. Minat masyarakat terhadap pendidikan kejuruan sangat tinggi, terbukti dengan banyaknya pendaftar pada kelas SMK di SMA Negeri Tugumulyo.
  7. Tugumulyo memiliki potensi berkembang menjadi daerah Agropolitan, yang mendukung pengembangan pendidikan berbasis keterampilan dan teknologi.
  8. Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) di wilayah Kabupaten Musi Rawas dan Kota Lubuk Linggau memberikan dukungan positif dan bersedia menjadi tempat praktik kerja industri (Prakerin) bagi siswa SMK.

Penutup

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, berdirilah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Tugumulyo (SMK Negeri Tugumulyo) sebagai lembaga pendidikan kejuruan yang diharapkan mampu menghasilkan lulusan profesional, mandiri, berkarakter, dan siap bersaing di dunia kerja serta mendukung pembangunan daerah.

share :